Printer 3D atau Disebut Juga Dengan Additive Layer Manufacturing Adalah Proses Membuat Objek Padat 3 Dimensi atau Bentuk apapun dari Model Digital. Cara Kerjanya Hampir sama Dengan Printer Laser dengan Tehnik Membuat Objek dari Sejumlah Layer/ Lapisan yang masing-masing dicetak di atas setiap lapisan lainnya.Teknologi Printer 3D Semakin Berkembang dan Digunakan dalam Prototyping (model) maupun Industri secara Luas seperti dalam Arsitektur, Otomotif, Militer, Industri medis, Fashion, sistem informasi geografis sampai biotech (penggantian jaringan tubuh manusia).

Adapun Jenis-Jenis Printer 3D Diantaranya :

  1. Direct And Binder Printer 3D

Printer 3D jenis direct memiliki mekanisme kerja menggunakan teknologi inkjet.Cara Kerja nya Printer 3D Dengan Jenis Direct Bisa bergerak vertikal ataupun diagonal sambil mengeluarkan cairan tetapi bukan tinta seperti printer 2D melainkan lilin dan polimer plastik.Adapun Printer 3D Jenis Binder proses Pengerjaanya sama menggunakan nozel inkjet untuk menuangkan cairan untuk membentuk setiap lapisan. Tetapi memiliki perbedaan dengan jenis direct, dimana jenis binder untuk melakukan pencetakan menggunakan dua bahan yang terpisah yang berupa bubuk kering dan lem cair.

2. Photopolymerization Dan Sintering

jenis printer 3D Photopolymerization ini yang memiliki cara kerja dengan meneteskan cairan plastik kemudian diberikan penyinaran laser berupa ultraviolet. Dan selama proses penyinaran ini sanggup merubah cairan menjadi bentuk padat. Adapun Printer 3D Jenis Sintering proses kerjanya melibatkan partikel padat diberikan proses penyinaran. Dan proses semacam ini biasa disebut dengan Selective laser sintering (SLS) yakni proses printer 3D yang bekerja menggunakan laser untuk mencairkan bubuk plastik yang kemudian mencair dan membeku kembali membentuk lapisan dicetak.